Rabu, 09 Januari 2019

Citilink Dikabarkan Hapus Layanan Bagasi Gratis, Manajemen Sebut Masih Gratis


Maskapai Lion Air dan Wings Air mencabut layanan bagasi cuma-cuma 20 kilogram per penumpang dan berlaku mulai Selasa (8/1/2019).

Kini penumpang Lion Air dan Wings Air hanya diperbolehkan membawa bawaan maksimal 7 kilogram yang dimuat di kabil. Selebihnya, penumpang harus membayar biaya bagasi.

"Sebagai informasi, bila penumpang yang sudah membeli tiket sebelum 8 Januari 2019 tetap memperoleh bagasi cuma-cuma 20 kg untuk Lion Air dan 10 kg untuk Wings Air," ujar Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/1/2019).

Danang menambahkan, penerbangan Lion Air Group juga memberlakukan bahwa beberapa barang yang diikat atau dibungkus jadi satu tidak akan dianggap sebagai satu buah bagasi kabin.

Bagi calon penumpang Lion Air dan Wings Air yang akan membawa bagasi dapat membeli voucer bagasi (pre-paid baggage) melalui agen perjalanan (tour and travel), website Lion Air, dan kantor penjualan tiket Lion Air Group.

Maskapai Citilink sepertinya akan mengikuti jejak Lion Air dan Wings Air yang menghapus layanan bagasi cuma-cuma atau free baggage allowance bagi para penumpang rute domestik.

Setidaknya hal itu terlihat dari surat Citilink bagi sejumlah travel agent di Indonesia beredar di media sosial. Surat edaran bernomor Citilink/JKTCGQG-020/I/2019 yang dibuat pada 4 Januari 2019 itu menyebut bahwa pembelian tiket mulai tanggal 12 Januari 2019 tidak berlaku lagi pemberian bebas biaya bagasi (FBA).

Sementara itu, bagi penumpang penerbangan internasional tetap berlaku ketentuan yang ada. Adapun tiket yang sudah dibeli sebelum 12 Januari 2019 masih mendapatkan FBA sebesar 20 kilogram.

Adapun pelanggan Citilink yang memiliki keanggotaan Supergreen dan telah mendaftar pada sistem Citilink, tetap mendapat jatah bagasi cuma-cuma 10 kilogram.

Pembelian paket bagasi tersebut bisa dilakukan melalui website dan aplikasi Citilink. Adapun ketentuannya dapat dibeli saat atau setelah pembelian tiket, dan selambatnya 12 jam sebelum keberangkatan.

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Corporate Communication Manager Citilink Indonesia Ageng Wibowo tidak membantahnya.

"Oh mengenai penghapusan layanan bagasi kami sedang menyiapkan statementnya," ujar Ageng saat dihubungi Kompas.com, Rabu (9/1/2019).

Namun dia tidak berkomentar lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Bantah Hapus Bagasi

Vice President Corporate Communication PT Garuda Indonesia Tbk Ikhsan Rosan menilai, bahwa penghapusan free bagasi Lion Air dan Wings Air merupakan hal yang wajar.

“Karena mereka low cost carrier atau LCC,” katanya kepada Kontan.co.id pada Rabu (9/1).

Adapun Garuda Indonesia tidak akan memberlakukan hal itu.

Ikhsan menjelaskan, hal itu karena harga tiket Garuda Indonesia sudah termasuk makan dan bagasi maksimal 20 kilogram untuk penerbangan domestik kelas ekonomi.

Itu juga yang membedakan kelas LCC dengan penerbangan full service.

Penerbangan full service kendati lebih mahal, menyediakan fasilitas yang lebih lengkap bagi penumpang.

“Sementara LCC untuk kebutuhan pokok penumpang saja, yang penting terbang,” jelasnya.

Citilink yang merupakan maskapai anak usaha Garuda Indonesia, kata Ikhsan sampai saat ini juga masih memberlakukan free bagasi. (Kompas.com/Kontan.co.id)