Kamis, 12 Oktober 2017

5 Langkah Memulai Bisnis Online dari Nol

Tahun 2017, bisnis online diperkirakan akan terus berkembang. Baik pembeli maupun penjual, semuanya bergerilya di ranah online. “Lapak” untuk berjualan online pun kian beragam. Mulai dari media sosial atau etalase gratis di situs e-commerce. Terlebih, mayoritas pelaku usaha di e-commerce ialah usaha kecil dan menengah (UKM).

Bisnis online dapat dilakukan siapa pun dan dari mana pun, baik Anda yang sedang mencari penghasilan tambahan atau memang ingin serius berbisnis. Kuncinya terletak pada pengelolaan yang baik. Mulai dari sumber daya manusia hingga sumber daya modal, semuanya membutuhkan strategi yang bagus untuk menjalankannya.

Apakah Anda ingin berbisnis online, tetapi bingung ingin memulai dari mana? Simak langkah-langkahnya dalam artikel  berikut ini.

1. Produk dan Target Pasar yang Spesifik

Pertama-tama, tentukan dulu produk yang ingin dijual di toko online Anda serta target pasarnya. Pastikan produk yang Anda pilih spesifik dan bernilai khusus.

Misalnya, Anda ingin menjual pakaian pria untuk target pasar pria usia 18-35 tahun. Maka, pastikan toko Anda menjual pakaian pria dan aksesorisnya saja. Atau barang-barang yang masih mencakup kebutuhan fashion pria, seperti sepatu atau tas. Bila Anda mencampurnya dengan mainan anak, toko Anda menjadi tidak spesifik sehingga membingungkan calon pembeli.

2. Supplier: Dropship VS Reseller

Setelah menemukan produk yang ingin dijual, kini saatnya Anda mencari supplier. Bila Anda ingin memulai bisnis tanpa modal, mulailah dengan sistem dropship. Sistem ini memungkinkan supplier mengirimkan barang ke pelanggan Anda dengan nama toko Anda sendiri, setelah Anda mentransfer harga barang yang disepakati dengan supplier.

Dengan demikian, Anda cukup menerima keuntungan bersih dari barang yang Anda jual.
Sistem dropship pun pada umumnya tidak dikenakan minimal pembelian sehingga cocok bagi Anda yang baru memulai bisnis.

Sementara itu, reseller biasanya menetapkan jumlah minimal pembelian tertentu. Namun, baik dengan sistem dropship atau reseller, pastikan supplier Anda memproduksi barang berkualitas tinggi.

3. Kontak yang Jelas

Langkah selanjutnya ialah menentukan kontak yang akan Anda bagikan kepada calon pelanggan. Misalnya, BBM, WhatsApp, atau LINE. Bila perlu, Anda harus memiliki nomor khusus yang berbeda dengan kontak pribadi Anda.

Selain kontak, Anda juga perlu menyiapkan rekening untuk proses jual beli. Ada baiknya Anda membuka mobile banking untuk rekening toko online Anda sehingga tidak perlu repot bolak-balik ke ATM untuk memproses transaksi yang masuk.

Supaya seluruh proses transaksi berjalan lancar, sebaiknya pertimbangkan untuk membeli HP atau laptop baru. Tidak perlu membeli secara tunai karena kini pun Anda bisa melakukan cicilan tanpa kartu kredit di Home Credit. Kunjungi website Home Credit supaya Anda tidak ketinggalan info promosi terbaru dari kami.

4. Promosikan Toko Anda

Setelah itu, Anda harus menentukan platform untuk mempromosikan toko online Anda. Anda bisa memulai dengan membuat akun di media sosial. Saat ini, akun yang lazim digunakan untuk berjualan online adalah Instagram.

Selain di media sosial, Anda juga bisa membuka toko online di berbagai situs e-commerce.

5. Kembangkan usaha

Bila usaha Anda mulai berkembang dan mulai kebanjiran order, inilah saatnya Anda mengembangkan usaha. Gunakan fitur berbayar di e-commerce untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Atau membuka laman web dengan domain resmi sehingga toko online Anda terlihat semakin terpercaya.

Lakukan inovasi dan promosi yang sesuai dengan target pasar Anda secara profesional. Oleh sebab itu, jangan lupa lakukan riset tentang latar belakang pelanggan serta jenis penawaran yang mereka minati.

Semoga sukses! Silakan share artikel ini ke media sosial bila bermanfaat bagi Anda.

KotaBontang.net  Mengabarkan Untuk Anda : Portal Kota Bontang Untuk Indonesia | Sharing Informasi dan Media Diskusi Kota Bontang | MentionUs!