Rabu, 03 Juni 2015

Miris, Kasus Arisan Pelajar Kab. Limapuluh Kota

Limapuluh Kota, Padek�Ka�bar tak sedap muncul sehari jelang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Belum hilang di inga�tan publik pada kasus pe�mer��kosaan siswa MTS Mu�ham�madiyah Kubang dan SMAN 1 Guguak, kini muncul pula kabar memprihatinkan, yakni arisan seks di kalangan pelajar SMA.

Kabar itu awalnya diperoleh Padang Ekspres dari aktivis Se�rikat Petani Indonesia (SPI) Eka Kurniawan Sago Indra, semasa ia ber�kampanye sebagai ca�leg Par�tai NasDem un�tuk DPRD Sum�bar, beberapa waktu lalu.


Namun, kabar itu kini se�makin menyebar luas, se�telah pe�ngurus MUI, or�mas Islam, dan LKAAM Limapuluh Kota, meng�gelar pertemuan di kawa�san Medan Nan Bapaneh, Ta�ran��tang, Harau, Kamis (1/5).

Dalam pertemuan yang di�ha�diri Ketua MUI Buya Safri�zon Azwar, Ketua BAZDA Haji Jayus�man, Wakil Ketua NU Su�dir�man Sair, Sekretaris IKADI Hen�dra Bakti, pengurus Mu�ham�ma�diyah Hamdi Samah, Ketua PERTI Zulkifli Dt Rajo Mang�kuto, pengurus LDS Nurak�mal, dan 7 pengurus LKAAM dipim�pin Abdul Aziz Dt Gindo Malano itu terungkap, ada 3 pelajar yang baru-baru ini tidak ikut ujian nasional (UN), karena hamil di luar nikah.

Setelah ditelusuri, ketiga pe�lajar di wilayah selatan Kabu�paten Limapuluh Kota itu ter�nyata hamil di luar nikah akibat ikut arisan seks. �Seperti layak�nya sebuah arisan, dalam arisan seks ini, mereka awalnya mem�buat komunitas sendiri. Lalu, meng�gelar pertemuan, me�nga�dakan undian dan mencabut loting,� kata Ketua Bazda Haji Jayusman, dalam pertemuan itu.

Selain kasus arisan seks, MUI Li�mapuluh Kota juga men�dapat in��formasi sahih dari Dinas Ke�se��ha�tan, terkait adanya 200 pe�rem��puan yang hamil di luar ni�kah, da�lam beberapa waktu ter�ak�hir.

�Kasus arisan seks ini awal�nya terungkap dari data Dinkes soal 200 perempuan yang hamil di luar nikah,� ujar Ketua MUI Safrizon Azwar.

Dalam pertemuan tersebut, pe��ngurus ormas Islam dan LKAAM juga membahas sejum�lah fenomena lain terkait pe�nyakit masyarakat. Termasuk, du�gaaan maraknya judi dan adanya tempat produksi tuak.

Untuk itu pula, para pe�ngu�rus Islam dan LKAAM, menge�luarkan pernyataan sikap yang ditebar lewat media massa.

Dalam pernyataan sikapnya, para pengurus ormas Islam dan LKAAM melihat, maraknya ka�sus seks bebas, kejahatan seks ter�hadap anak dan berbagai ma�cam pekat, tidak hanya meng��aki�bat�kan rusaknya sosial mas�yarakat dan dapat mengancam kehidu�pan masyarakat. Tapi le�bih fatal, dapat menyebabkan mur�ka Allah SWT, seperti di�ungkapkan dalam Al-Quran, Surat Al-Anfal Ayat 25. �Kami, sangat prihatin terhadap kasus maksiat dan pekat di Lima�puluh Kota. Kami minta, peme�rintah daerah dan muspida atau Forum Komunikasi Pim�pinan Dae���rah (FKPD), mem�berikan per�hatian yang serius terhadap ber�bagai masalah maksiat dan pekat ini,� harap Buya Safrizon Azwar dan Abdul Aziz Dt Gindo Malano.

Untuk meminimalisir kasus-kasus maksiat dan amoral di Limapuluh Kota, Buya Safrizon dan Abdul Aziz Dt Gindo Mala�no, ormas Islam bersama LKAAM, mendorong  tegaknya kembali hukum moral (sanksi adat) di berbagai nagari.

�Kami juga mengimbau niniak mamak, alim ulama, c�a�diak pandai, bundo kan�duang, untuk memagari diri dan anak kemanakan kita, dari segala ma�cam bentuk maksiat atau pe�kat. Kita selamatkan kam�pung kita ini dari krisis moral yang terjadi,� ingat Buya Safrizon Azwar dan Abdul Aziz Dt Gindo Malano.

Media Informasi, Berbagi, Diskusi, Edukasi dan Hiburan seputar Kota Bontang | Iklan/afiliasi: suarabontang@gmail.com | 24DA28B9 We Call You @Bontangers