Kamis, 20 November 2014

Kisah Sukses Ibu Tjoan Nie

Bercita-cita menjadi seorang pedagang sukses dan memiliki kehidupan ekonomi yang mapan tentunya menjadi keinginan setiap orang. Tidak mustahil, itu semua tentu saja bisa menjadi kenyataan asalkan dibarengi dengan usaha dan doa. Sebagai contoh kita lihat para pedagang lokal yang sukses merintis usahanya dari 0 (nol). Usaha yang mereka miliki sekarang ini bukanlah warisan dari orang tuanya, tetapi murni hasil dari kerja keras dirinya sendiri. Mungkin sepenggal kisah pedagang kelapa parut asal Kp. Kedaung Rt.03 Rw.02 Kel. Kedaung Barat Kec. Sepatan timur tangerang yang satu ini bisa menginspirasi anda untuk menjadi seorang pedagang yang sukses. Yuk, langsung saja kita simak penggalan kisahnya.

Pedagang wanita yang satu ini adalah seorang putri dari keluarga yang memprihatikan. Dia adalah TJOAN NIE. Orangtuanya bukanlah dari kaum berada. Alasan itulah yang memacu dirinya untuk berjualan kelapa yang tepatnya dia mulai dari tahun 2005. Dengan bermodalkan Rp. 500.000,- dia membeli kelapa langsung dari petani kelapa yang pada saat itu harganya Rp. 1000,- perbuah. Usaha dagang kelapa bu Tjoan Nie ini juga di imbangi oleh pak Yadi suaminya yang berdagang sayur mayur. Usaha dagang suami istri ini berjalan lancar hingga tahun 2008.

Pada tahun 2008 ini pulalah awal bergabungnya bu Tjoan Nie bersama 9 orang ibu-ibu lainnya yang mempunyai usaha dagang menjadi nasabah pinjaman serba usaha Dian Mandiri. Bahkan ibu Tjoan Nie terpilih sebagai bendahara di kelompoknya yang bernama SONY. Dengan seizin suami bu Tjoan Nie memutuskan untuk pinjam sebesar Rp.1000.000,- untuk tambahan modal usaha yang dijalani bu Tjoan Nie dan suaminya yang bernama pak Yadi. Melihat dagang kelapa dan dagang sayur mayur bu Tjoan Nie dan suaminya semakin berkembang ditambah lagi pinjaman yang didapat bu Tjoan Nie meningkat sampai Rp.1.500.000,- tahun 2009 maka suami istri ini memutuskan untuk mengembangkan usaha dengan membuka bengkel motor kecil-kecilan yang di kelola oleh suami bu Tjoan Nie dengan didasari oleh kemampuan (skill) suami ibu Tjoan Nie dalam hal bongkar pasang mesin motor.

Walaupun bertambah sibuknya bu Tjoan Nie berdagang namun dia tidak pernah melalaikan tanggung jawabnya sebagai bendahara di kelompok SONY. Bu Tjoan Nie termasuk orang yang aktif, tegas dan konsisten dalam hal mengelola pembayaran angsuran kelompok. Uang angsuran kelompok tetap di bayarkan sesuai dengan hari yang telah menjadi kesepakatan di Perjanjian Hutang. Bahkan apabila ada anggota yang tidak bisa membayar angsuran maka dia mengambil sikap untuk mengarahkan anggotanya untuk menanggung renteng anggota yang tidak bisa membayar angsuran tersebut dengan terlebih dahulu menegur dengan baik anggota yang tidak bisa membayar tersebut untuk menetapkan hari pembayaran tunggakannya.

Sampai saat ini total pinjaman ibu Tjoan Nie sudah mencapai Rp.10.000.000,- dengan kalkulasi pinjaman Diman Plus Rp.3.000.000,-, Gold Client Rp.5.000.000,- serta Education Rp.2.000.000,-. Pinjaman ibu Tjoan Nie ini juga bukan hanya sekedar meminjam tetapi dapat di pertanggung jawabkan dalam hal pemakaiannya yang benar-benar digunakan untuk usaha kelapanya maupun usaha bengkel motor yang dikelola pak Yadi serta dapat di pertanggung jawabkan melalui kualitas pembayaran angsuran ibu Tjoan Nie yang selalu tepat hari dan tanggal perjanjian.

Keinginan untuk sukses yang ada di benak ibu Tjoan Nie bukan hanya semata-mata keinginan sukses dari segi usaha yang dimiliki ibu Tjoan Nie dan pak Yadi tetapi keinginan untuk sukses memperjuangkan pendidikan anak-anaknya. Ibu dengan 5(lima) orang anak ini berharap dan berusaha agar ke-5(lima) anaknya dapat bersekolah sampai tingkat sarjana.

Kalau ditanyakan mengenai kehidupan bersosial keluarga bu Tjoan Nie dengan masyarakat sekitar, tentu saja tidak perlu disangsikan lagi. Salah satu contohnya ketika terjadi suatu keadaan dimana tetangga di sekitar lingkungan Ibu Tjoan Nie yang sedang kemalangan(berduka cita) maka Bu Tjoan Nie dan suami mengambil sikap untuk turut membantu karena ibu Tjoan Nie sadar bahwa setiap orang tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain.

Satu hal yang tidak bisa Ibu Tjoan Nie pungkiri dan lupakan bahwa peningkatan usaha kelapa parut Ibu Tjoan Nie dan bengkel Motor suaminya selain berkat dari yang Maha Pencipta juga tidak terlepas dari bantuan pinjaman Koperasi Dian Mandiri. Secara Khusus Ibu Tjoan Nie dan pak Yadi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Koperasi Dian Mandiri atas Kepercayaan Koperasi Dian Mandiri untuk memberikan tambahan modal untuk usaha mereka. Ibu Tjoan Nie dan pak Yadi juga tak lupa mendoakan agar Koperasi Dian Mandiri semakin maju dan bertambah besar sehingga mampu menjangkau masyarakat di wilayah lain yang juga membutuhkan tambahan modal usahanya. Kritik dan saran juga tak lupa disampaikan ibu Tjoan Nie terutama di dalam hal tempo pelunasan angsuran yang kalo boleh diperpanjang beberapa bulan.

Demikianlah penggalan kisah sukses yang disampaikan oleh ibu Tjoan Nie dengan harapan bahwa kisah sukses ini bisa menginspirasikan orang-orang lain yang berkeinginan untuk keluar dari belenggu kemiskinan untuk kehidupan yang mapan.

Sumber : dianmandirifoundation.org

KotaBontang.net  Mengabarkan Untuk Anda : Portal Kota Bontang Untuk Indonesia | Sharing Informasi dan Media Diskusi Kota Bontang | MentionUs!