Minggu, 27 November 2016

10.000 Umat Islam Ciamis Jalan Kaki ke Jakarta Bukan Isapan Jempol Belaka

10.000 Umat Islam Ciamis Jalan Kaki ke Jakarta Bukan Isapan Jempol Belaka

CIAMIS -- Ulama Ciamis, KH Nonop Hanafi mengatakan, umat Islam akan menggelar aksi estafet jalan kaki ke Jakarta mulai Senin (27/11) demi mengikuti aksi bela Islam pada 2 Desember mendatang. Aksi tersebut sekaligus bentuk tuntutan agar tersangka dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera dimasukkan sel tahanan.

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 2 itu mengakui, tidak mudah berjalan kaki dari Ciamis sampai Jakarta yang jaraknya sekitar 300 kilometer. Sehingga, dia berharap, umat Muslim lainnya bisa membuatkan posko di sepanjang perjalanan menuju Jakarata. Tujuan posko sebagai tempat istirahat maupun makan dan minum peserta aksi.

"Kami akan sediakan di titik posko ada mobil ke tempat istirahat bagi yang tidak kuat. Kami kontak beberapa tempat untuk sediakan makanan dan minuman. Kami minta pada Allah semoga diberikan kekuatan, nanti ini estafet sambung menyambung," katanya seperti dilansir Republika.co.id.

Nantinya dalam aksi ini, dia menjelaskan, tak semua Muslim dari Ciamis akan berjalan kaki sampai Jakarta. Melainkan akan terjadi estafet dari tiap rombongan Muslim dari Ciamis, Tasik, Garut, Bandung hingga Jakarta.

"Yang ingin berangkat 50 bus, tapi kami kontak PO bus akhirnya tidak ada. Oke lah kami jalan kaki saja semampunya sampai dimana, nanti diestafetkan, harus optimistis massa sepuluh ribu kalau diakumulasi," ujarnya.

Ia menyatakan pesan dari aksi ini agar Ahok segera masuk tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Dia pun membantah ada muatan politik dalam aksi kali ini. Menurutnya, aksi ini murni sebagai respons umat atas penistaan agama yang dilakukan Ahok.

"Pesannya kami nuntut hukum ini tak terkait Pilkada, tak ada unsur politik disini karena kami ingin tunjukan umat Islam sekali disentil ini bisa bersatu," tegasnya.

Video-video massa mulai berjalan kaki ke Jakartapun sudah banyak diunggah ke laman social media terutama facebook.

Berikut adalah salah satu video yang diunggah netizen:




Tak Ada di TV, Video Umat Islam Ciamis Sudah Mulai Berangkat Ke Jakarta Jalan Kaki

Sebanyak 10 ribu warga Ciamis bakal ikut aksi unjuk rasa �bela Islam� jilid III 2 Desember mendatang. Mereka akan berangkat ke Jakarta jalan kaki, Senin (28/11/2016 besok) karena Perusahaan Otobus (PO) dianggap ditekan oleh pihak-pihak tertentu untuk tidak mengangkut mereka ke Jakarta.

Mereka mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ciamis. Keberangkatan mereka berjalan kaki ke Jakarta, itu termuat dalam video. Dalam video yang berdurasi sekitar 1 menit 49 detik itu, ada sekitar 4 orang.

�PO Bus ditekan 10.000 Jamaah Ciamis jalan kaki ke Jakarta ikut aksi 212. Subhanallah Dahsyat Sekali semangat membela Islam dari Jama�ah Ciamis. Meskipun PO BUS atau Rental Sewa Transportasi ditekan oleh pihak pihak tertentu supaya tidak menyewakan kepada peserta Aksi Bela Islam 2 Desember, kalau tetap menyewakan, maka ada ancaman izin usahanya dicabut, Namun 1001 cara dan jalan masih banyak menuju Jakarta,� ujar lelaki yang menggunakan jas putih da peci putih itu.

Hari ini, hal tersebut benar-benar dibuktikan oleh meraka.. beberapa video di laman facebook sudah menunjukkan mereka sedang berjalan dan mulai berjalan kaki ke Jakarta.

Ada juga video yang menunjukkan para santri bersiap-siap menuju ke Kota Ciamis Jawa Barat.

Berikut adalah kumpulan video yang berhasil kami rangkum:






Semakin Banyak Tekanan, Umat Tak Gentar Malah Tambah Berkobar! Aksi Bela Islam Jilid 3 Tetap Digelar

Semakin Banyak Tekanan, Umat Tak Gentar Malah Tambah Berkobar! Aksi Bela Islam Jilid 3 Tetap Digelar

Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) KH. Mishbahul Anam meyakini bahwa rencana aksi bela Islam jilid III tetap berjalan walau banyak penggembosan.

Dirinya menyatakan bahwa GNPF MUI menerima banyak laporan bahwa masyarakat di daerah mengaku diancam agar tidak mengikuti aksi damai bela Qur�an pada 2 Desember 2016.

�Tapi sedikitpun kami tidak gentar,� tegasnya dalam kegiatan Ta�lim bulanan di halaman Radio Dakta, Ahad (27/11).

Menurutnya, PO Bus di berbagai daerah diancam agar tidak mengangkut atau menyewakan armadanya demi kepentingan umat Islam pada Desember mendatang. Ia menambahkan bahwa cara-cara penggembosan macam ini justru hanya menambah semangat umat untuk datang ke Jakarta membela Islam.

�Bahkan ada pengusaha Bus yang sampai diancam penjara jika Busnya digunakan untuk mengangkut peserta aksi 212,� tuturnya

Selaku perwakilan GNPF MUI, KH. Misbahul Anam juga mengajak masyarakat agar turut mendukung aksi yang diprediksi akan menjadi sejarah shalat Jum�at terbesar di Indonesia. Sebab momen tersebut adalah kesempatan besar bagi umat Islam untuk menunjukkan keberpihakannya kepada yang Hak.

sumber: panjimas

Adnow Adalah...... Hem.... Banyak Banget Ya Sekarang Iklan Adnow

Review Adnow, Salah satu alternatif Google Adsense, yang berbasis di London, UK, menampilkan Iklan jenis Native Ads. Jika anda pernah melihat iklan dari Taboola, maka iklan dari Adnow ini pun mirip dengan iklan yang ditampilkan oleh Taboola. Iklan ini cocok untuk dimunculkan di bawah postingan seperti related post.

Tidak hanya cocok di letakkan di bawah artikel, iklan dari adnow pun bisa juga diletakkan di sidebar. Iklan dari Adnow juga dapat dipadukan dengan iklan lain seperti Google Adsense, RevenueHits, Adreactor, dan iklan lainnya.

Script iklan Adnow tidak akan merusak atau mengganggu tampilan iklan lainnya.

Adnow mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Satu orang Account Manager akan disediakan bagi anda setelah mendaftar dan diterima menjadi publisher Adnow. Account Manager ini akan melayani anda seputar Adnow.

Berapa Minimum Payout Adnow?


Payout dilakukan secara otomatis setiap minggunya setelah pendapatan anda mencapai $20. Minimum Payout ini sama dengan minimum payout dari RevenueHits.

Salah satu kelebihan Adnow adalah masa pembayarannya yang singkat. Jika jaringan periklanan lain membayar publishernya Net 30, Net 45, Net 60, dan bahkan ada yang lebih lama, Adnow menawarkan kepada anda pembayaran setiap minggu jika minimum payout terpenuhi.

Pembayaran komisi Adnow dapat dilakukan melalui Paypal ataupun wire transfer.

Berapa Tarif Bayaran dari Adnow?


Adnow membayar publishernya menggunakan basis PPC atau CPC. Publisher akan dibayar jika ada pengunjung blog yang mengklik iklan Adnow di blog anda.

Berapa tarif bayaran per kliknya?

Setelah saya mencoba selama dua hari, penghasilan dari Adnow ini terbilang kecil, masih kalah dengan PPC lokal macam Kliksaya, KumpulBlogger, dan AdsenseCamp.

Berikut ini hasil saya memasang 1 unit iklan Adnow selama 2 hari di salah satu blog saya:
bayaran dari adnow

Dari gambar di atas terlihat jelas penghasilan saya selama dua hari hanya sebesar $0,8. Pada hari pertama tanggal 4 Januari 2016, saya mendapatkan 17 klik dan mendapatkan $0,17.

Pada hari kedua, dengan 69 klik, income yang saya peroleh dari Adnow sebesar $0,66.

Tarif bayaran dari Adnow per kliknya hanya sebesar $,01 atau jika dirupiahkan kurang lebih sebesar 130 rupiah. Jauh benar dari AdsenseCamp yang nilainya 300 rupiah per klik. Jauh juga jika dibandingkan dengan Clicksor dan KlikSaya, apa lagi dibandingkan dengan RevenueHits.

Apakah Anda Berminat Menjadi Publisher Adnow?


Setelah membaca Ulasan saya mengenai Adnow, tentunya anda bisa mengambil kesimpulan, bagus atau tidaknya Adnow untuk memonetize blog anda.

Jika anda ingin membuktikan ulasan saya, tidak ada salahnya untuk mencoba Adnow. Dengan mencobanya anda akan dapat pengalaman lebih.

Saya pribadi, cukup dua hari saja memasang iklan Adnow. Saat ini saya masih percaya dengan RevenueHits.

Selain RevenueHits, awal tahun 2016 saya juga mencoba Adreactor dan ternyata hasilnya lumayan. Saya juga sedang mencoba Adsterra yang akan saya bagikan hasil pengalaman saya lain waktu.

Salam Blogger.

Minggu, 13 November 2016

Ternyata, Penginapan Termewah di Dunia Ada di Sumba

Ternyata, Penginapan Termewah di Dunia Ada di Sumba

SEBUAH majalah gaya hidup Travel & Leisure baru saja memilih salah satu penginapan di Sumba, Indonesia sebagai tempat private di dunia.

Ialah Nihiwatu Sumba Resort, yang terpilih dari 100 hotel di dunia dan penghargaan ini berdasarkan survei dari pembaca majalah tersebut. Yuk, ulas lebih lanjut penginapan mewah ini.

Nihiwatu Resort menduduki peringkat nomor satu dan mengalahkan Charleston di Carolina Selatan, Huka Lodge, Taupo, Selandia Baru, Australia, dan Peninsula. Selain itu, pemandangan di Shangai juga kalah dari penginapan ini.

Dapat dikatakan jika penginapan yang berada di Nusa Tenggara Barat ini unik dan mewah, karena dibuat dari arsitektur lokal dengan menghadirkan pemandangan alam yang mempesona.

Dengan pemandangan padi, padang rumput, dan si pantai berpasir putih pantai Nihi, yang bercampur dengan pengalaman lokal.

Berlokasi 55 menit menggunakan pesawat dari Bali, Pulau Sumba terkenal dengan ombak bagi peselancar. Bahkan dinamai sebagai ombak eksklusif di dunia, serta memberikan banyak pengalaman indah bagi peselancar.

Selain itu, di samping penginapan Nihiwatu juga menghadirkan aktivitas menarik seperti pilihan spa, air terjun, bersepeda, scuba diving, dan snorkling. Bahkan, sebagaimana dikutip dari Indonesia travel, Selasa (8/11/2016), di sini juga ada trip yoga dan perjalanan menggunakan kuda. 
via : okezonetravel

Anak Muda Kekinian Jadikan Penginapan seperti Basecamp ketika Liburan

Anak Muda Kekinian Jadikan Penginapan seperti Basecamp ketika Liburan
PENGINAPAN ketika liburan tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat. Tempat penginapan adalah awal mula petualangan ketika traveling dimulai, menurut kebanyakan kaum millennial atau anak muda kekinian.

Gede Gunawan selaku Country Director Agoda International Indonesia menyampaikan bahwa tren traveling kaum millennial (generasi melek teknologi yang lahir antara akhir 90-an sampai 2000-an) sekarang cenderung menjadikan penginapan semacam basecamp.

“Traveler millennial atau anak-anak muda sekarang tidak hanya menjadikan tempat menginap tempat untuk tidur, melainkan semacam basecamp. Contohnya, yang pertama kali dicari ketika sampai di hotel adalah wi-fi untuk mencari informasi tentang apa yang bisa mereka eksplor di tempat yang mereka datangi,” ungkapnya.

Pengamatan dan penelitian terhadap tren tersebut membuat perusahaan aplikasi akomodasi traveling Agoda meluncurkan kampanye #agodabasecamp “Çheck In, Step Out”. Traveler millennial tentunya akan sangat terbantu dengan informasi berbasis teknologimengenai tempat-tempat yang mereka ingin eksplorasi lebih dalam.

“Generasi millennial ini selalu ingin cepat. Mereka perlu step out segera setelah check in, kemudian mencari apapun yang bisa mereka eksplor di daerah tujuan, entah itu tempat-tempat kuliner, tempat foto selfie terbaik, dan keinginan untuk berjumpa dengan orang-orang baru,” pungkas Gunawan ketika ditemui di Jakarta, belum lama ini.